Menyadarkan diri



Jalannya sulit. Iya. Benar.
Bahkan setiap langkahan ada tumbalnya. Hati
Maka ketika melangkah, maka saat itu pun ada bagian yang tersayat.
Perih. Luka.

Kita, para pejalan bukankah telah menyadari hal ini?
Bahwa sewaktu-waktu kita kan demikian.
Membiarkan tiap kesakitan menjadi bagian dari diri kita dan sesekali meneguk pahitnya kekecewaan.
Karna setiap jalan punya ujung, pun jalan ini jua.

Lalu, ujung seperti apakah yang akan kita temui hingga memilih jalan ini, dan berdamai untuk setiap takdir yang menyapa?

.. dan meski kutahu setiap detil jawabnya, izinkan tetap kubertanya, masih adakah jalan lain yang mungkin tuk kita lewati?

Komentar

Postingan Populer