Para Pejalan
/1/ Ada
tanggal melukis bayang yang diam-diam membuat resah.
Lalu sembab tanpa sebab
/2/ Meski
berulang ‘saling meninggalkan’, ada rasa yang tak bisa aku tinggalkan.
/3/ Kau
tahu, setiap tempat punya cerita. Pun disini., tempat banyak rasa menyelinap
masuk. Mencipta repihan pesan yang kita sebut kenangan.
/4/ Potongan-potongan
kesal, bahagia, canda, marah, gerah menjadi bagian, yang sama-sama kita susun
dalam puzzle ukhuwah ini.
/5/
Masih ingat ?? disinilah kita sama-sama belajar untuk men’cinta’ ; mencintaiNya
dengan cara kita, meski yang lain membenci. MencintaiNya dengan sebenar
kekuatan, meski kita adalah rapuh.
/6/ Kau
tentu ingat, ketika Dia menguji hati kita dengan ketakpercayaan, hingga kita
mulai beringas menjauh dariNya.
/7/ Kuharap
juga kau tetap ingat, tentang janjiNya, tentang syurgaNya, yang membuat kita
memilih untuk selalu, dan tetap bertahan.
/8/ Aku
tak punya apapun untuk kuberikan, tapi yang kupunya hanyalah rapalan dedoa
singkat yang siapkulepaskan ke langit ; Allahumma innaka ta’amu anna haadzihil
quluub
/9/ Barangkali
ada sebersit janji yang belum selesai, maka kumohon dengan selapang hatimu memaafkan
segala yang tersembunyi
/10/ Kelak,
ketika perahu kita tak lagi sama, kuharap ada tempat yang kau simpan meski raga
hanyalah jejak
Komentar