Letter - LB


...dan pada sepi yang membungkam sunyi, izinkan ku-aksarakan perihal kerinduan..

Sebenar hati ingin mem-pesan-kan melalui pesan singkat, namun seperti yang telah kutebak, kapasitasnya tak mampu menampung bait-bait rindu yang kukirimkan padamu.
Maka ini kukirimkan melalui beranda hatiku, dan semoga sampai di kronologi jiwamu.
Barangkali mampu menandai perasaan yang sama dari mereka yang merindukanmu

Berulang kali kutatap almanak, yang kutemui hanyalah sesak.
Percakapan tempo hari masih mengembunkan pipi batinku.
Sejak kepergianmu, kutahu rindu kita sama; sama-sama menyisa tanya kapan kembali

Menatap dirimu lewat dedoa yang kulantunkan adalah caraku menghadirkan bayangmu dipelupuk jiwa.
Sungguh, bersitahan dengan kesendirian menghampakan cerita yang kita guraukan malam-malam lalu.
Yang kutahu, ini ialah cara Allah mendewasakan kekanak-kanakan jiwa. Mengajarkan bahwa keterpisahan adalah bagian yang tak terelakan dari sebuah tutur kehidupan.

Meski begitu, pahamkan diriku, bahwa sepiku tak bertahan lama.
Kembalilah dan jangan (lagi) menamparku dengan rindu.

Komentar

Postingan Populer