Teruntuk yang tertakdirkan
Bertutur perihal cinta hakikatnya ialah memberi.
Dan selain mahar yang tak seberapa, mendoakan keselamatan jiwa adalah pemberian abadi yang tak akan pernah usang.
Dalam sebuah pemberian, menerima segala kelebihan dan kekurangan merupakan kesatuan yang mengindah-kan romantika kepercayaan.
Meski tertatih mencintai kekurangan namun kelebihan selalu menjadi penyegar kesadaran.
Barangkali, dari sinilah kearifan hidup dapat terjaga dan tersemai hingga kesyukuran terhadap takdirNya selalu terucap utama.
Meski tak sempurna namun menjaga kesempurnaan cinta agar diperuntukan untuk pasangan jiwa adalah sebuah keharusan.
Sebab, sebaik-baik cinta ialah tersembunyi dan akan diperuntukkan hanya pada yang halal.
Maka ketika cinta bersemi nan mekar merona bertahanlah untuk satu
yang telah ditetapkan Allah.
Dengan begitu, In syaa Allah, sakinah berteduh di payung rumah tangga.
Dan nanti ketika jenuh kerap kali bersitatap dengan hubungan, hadirkanlah Allah di pelupuk ingatan, bahwa telah berjanji di hadapanNya, menjaga belahan jiwa sampai dipertemukan dalam jannahNya.
Komentar