Hujan Pertama di Bulan Juni
#30HariMenulisTentangHujan
Satu persatu rerintik hujan berserakan di atas tanah kering
Ah, nafasku lega
Rinduku terlampau resah menunggu hujan di bulan juni
Satu persatu rerintik hujan berserakan di atas tanah kering
Ah, nafasku lega
Rinduku terlampau resah menunggu hujan di bulan juni
Sebab kenang
yang kita simpan rapi, terselip hujan yang mengokohkan setia kita.
Tahun itu ada tanya yang tersemai dalam hatiku perihal setia.
Tahun itu ada tanya yang tersemai dalam hatiku perihal setia.
Katamu setia ialah saling percaya meski kebersamaan tak mengikuti.
Aku meragu, namun baiklah.
Aku meragu, namun baiklah.
Aku mencoba memahamkan sebagian hatiku dengan katamu.
Katamu (lagi), adakah yang lebih setia dari hujan?
Katamu (lagi), adakah yang lebih setia dari hujan?
Selama apapun dia pergi, ada waktu dimana dia akan kembali.
Sejak saat itu, kau pergi di bulan juni bersama rintik pertama yang mulai menderas.
Sejak saat itu, kau pergi di bulan juni bersama rintik pertama yang mulai menderas.
Meski hatiku mulai basah namun ada percaya untuk aku
berteduh.
.. dan akhirnya, kenang itu adalah pengingat yang selalu melekat
.. dan akhirnya, kenang itu adalah pengingat yang selalu melekat
Dekat. Tanpa sekat. Menjadi kita yang tak lagi erat.
Komentar